Seseorang mungkin awalnya hanya berniat membuka media sosial selama beberapa menit. Namun setelah melihat satu video, muncul video berikutnya. Kemudian muncul konten lain yang dianggap menarik.
Tanpa disadari, waktu yang semula direncanakan hanya beberapa menit dapat berubah menjadi puluhan menit bahkan berjam-jam.
Hal serupa juga terjadi pada platform video dan layanan hiburan digital. Kemudahan memilih tontonan membuat seseorang dapat terus melanjutkan aktivitas tanpa harus beranjak dari tempatnya.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa teknologi bukan hanya mengubah cara masyarakat berkomunikasi, tetapi juga mengubah cara menghabiskan waktu luang.
Dampak Kurang Bergerak
Tubuh manusia membutuhkan aktivitas fisik. Aktivitas tersebut tidak selalu harus berupa olahraga berat. Berjalan kaki, membersihkan rumah, berkebun, naik tangga atau melakukan pekerjaan rumah tangga juga membuat tubuh bergerak.
Sebaliknya, terlalu banyak duduk atau berbaring dan minim aktivitas fisik dapat membuat seseorang menjalani pola hidup yang semakin pasif.
Karena itu, kebiasaan rebahan perlu ditempatkan secara proporsional. Beristirahat setelah bekerja merupakan hal yang wajar. Namun jika hampir seluruh waktu luang dihabiskan dalam posisi duduk atau berbaring, seseorang perlu mulai memperhatikan keseimbangan aktivitasnya.
Kaum Rebahan dan Produktivitas
Fenomena kaum rebahan juga sering dikaitkan dengan produktivitas. Rasa nyaman terkadang membuat seseorang sulit memulai aktivitas yang membutuhkan tenaga maupun konsentrasi.
Contohnya, seseorang sudah memiliki daftar pekerjaan yang harus diselesaikan pada pagi hari. Namun setelah bangun tidur, ia memilih membuka media sosial. Niat awalnya hanya sebentar, tetapi kemudian waktu berlalu dan pekerjaan belum juga dimulai.
Kebiasaan seperti ini dapat menjadi pola yang berulang. Pekerjaan tertunda, waktu semakin sempit, kemudian muncul tekanan karena banyak pekerjaan yang belum diselesaikan.
Meski demikian, produktif bukan berarti harus bekerja sepanjang waktu. Istirahat justru merupakan bagian penting dalam menjaga kemampuan seseorang untuk menjalankan aktivitas.
Yang diperlukan adalah kemampuan mengatur kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya berhenti sejenak.
Teknologi Bukan Musuh
Artikel Terkait
Cegah Stunting Sejak Dini, Babinsa Posramil Kepanjenkidul Dampingi Terapi Renang Balita di Posyandu Sartika II
Lahan Kosong Disulap Jadi Ladang Jagung, Polsek Wlingi Gandeng Pemdes dan Petani Dukung Ketahanan Pangan
Polres Blitar Kota Bongkar 5 Kasus Narkoba Sepanjang September, 5 Tersangka Diamankan
Harga Bawang Putih Blitar Hari Ini, Selisihnya dengan Tulungagung Bikin Penasaran
Harga Cabai Merah Besar Jawa Timur Beragam, Blitar Jauh di Bawah Rata-rata
Bupati Blitar Tinjau Irpom di Sanankulon, Dorong Petani Rawat Irigasi dan Perkuat Ketahanan Pangan
Dorong Produktivitas Petani, Bupati Blitar Tanam Cabai Rawit di Desa Sleman
Di Balik Sifat Keras Kamis Legi, Ternyata Ada Karakter yang Bikin Banyak Orang Suka
Kamis Legi Disebut Punya Jalan Rezeki yang Tak Biasa, Jodohnya Ternyata Tak Boleh Sembarangan
Wujud Penghargaan Negara Atas Dedikasi Prajurit, 64 Personel Kodim 0808/Blitar Resmi Naik Pangkat