Blitar, Paliwara.com – Dalam tradisi primbon Jawa, weton kelahiran kerap digunakan untuk menggambarkan watak dan karakter seseorang. Salah satunya adalah weton Kamis Legi yang disebut memiliki perpaduan sifat keras dan emosional, tetapi juga mempunyai sejumlah karakter positif yang membuatnya disukai banyak orang.
Dilansir dari Weton Jawa, orang yang lahir pada Kamis Legi pada dasarnya memiliki sifat lengus. Ketika merasa jengkel, mereka cenderung mudah mutung atau memilih menarik diri dan disebut cukup sulit diajak berbaikan.
Selain itu, mereka dipercaya mudah tersinggung dan kurang sabar. Saat berbicara, ucapan yang disampaikan terkadang bernuansa panas sehingga berpotensi memancing perselisihan. Karakter tersebut membuat orang dengan weton Kamis Legi dikenal memiliki emosi yang cukup kuat.
Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ini Makna Lakuning Srengenge bagi Weton Rabu Kliwon
Namun, di balik sifat keras tersebut, Kamis Legi juga disebut memiliki sisi positif yang membuatnya disukai banyak orang. Mereka dipercaya bukan pribadi yang pelit dan justru memiliki sifat loyal kepada teman, keluarga maupun orang-orang di sekitarnya.
Orang dengan weton ini juga disebut tidak suka menyusahkan orang lain. Mereka cenderung berusaha menyelesaikan persoalan sendiri sehingga banyak orang merasa nyaman menjadikannya teman maupun tempat untuk berbagi.
Dalam pergaulan, Kamis Legi juga digambarkan sebagai pribadi yang tahu diri, bijaksana dan sportif. Mereka disebut tidak suka memamerkan apa yang dimiliki ataupun menunjukkan kelebihan secara berlebihan kepada orang lain.
Sifat lainnya yang dianggap menjadi kelebihan adalah keikhlasan dalam membantu. Ketika memberikan sesuatu atau menolong orang lain, mereka dipercaya tidak terlalu mengharapkan pujian maupun balasan.
Sementara dalam hal pekerjaan, primbon menyebut orang dengan weton Kamis Legi lebih cocok menjalani pekerjaan yang memberikan keleluasaan untuk bekerja secara mandiri. Mereka dinilai kurang cocok jika harus terus-menerus bekerja di bawah perintah orang lain.
Beberapa bidang yang disebut sesuai dengan karakter tersebut antara lain keuangan, teknologi, seni, pertanian, peternakan, hingga pekerjaan atau usaha yang memungkinkan mereka mencari penghasilan secara mandiri.
Meski demikian, gambaran mengenai watak dan karakter berdasarkan weton merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Karakter seseorang dalam kehidupan nyata tentu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya. (*)
Artikel Terkait
Tak Banyak yang Tahu, Ini Makna Lakuning Srengenge bagi Weton Rabu Kliwon