Jika pekerjaan membuat seseorang terus-menerus kehilangan waktu tidur, jarang bertemu keluarga, tidak memiliki waktu istirahat atau selalu merasa cemas mengenai uang, kondisi tersebut layak menjadi bahan evaluasi.
Seseorang dapat mulai melihat kembali apakah target ekonomi yang dikejar memang sesuai dengan kebutuhannya atau justru membuat kehidupannya semakin terbebani.
Pada akhirnya, uang memang penting untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi uang bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang.
Kemampuan memenuhi kebutuhan ekonomi sebaiknya berjalan bersama dengan kemampuan menjaga kesehatan, hubungan keluarga, waktu istirahat dan kualitas hidup.
Karena itu, orang yang selalu mengejar kebutuhan ekonomi tidak dapat langsung diberi label sebagai materialistis atau terlalu ambisius. Di balik perilaku tersebut bisa terdapat tanggung jawab, pengalaman masa lalu, kebutuhan akan rasa aman atau kekhawatiran terhadap masa depan.
Yang terpenting adalah bagaimana seseorang dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan ekonomi tanpa kehilangan keseimbangan dalam menjalani kehidupannya.