Penghasilan tinggi dianggap sebagai bukti keberhasilan, sedangkan ketika pendapatan menurun seseorang merasa dirinya gagal.
Padahal, nilai seseorang tidak hanya ditentukan oleh jumlah uang yang diperoleh. Hubungan keluarga, kesehatan, kontribusi kepada lingkungan, keterampilan, pengalaman dan berbagai aspek kehidupan lainnya juga memiliki nilai.
Jika harga diri terlalu bergantung pada pencapaian ekonomi, perubahan kondisi keuangan dapat memberikan tekanan emosional yang cukup besar.
7. Sulit Menolak Kesempatan Kerja
Orang yang sangat berorientasi pada kebutuhan ekonomi terkadang sulit mengatakan tidak ketika mendapatkan tawaran pekerjaan atau kesempatan memperoleh penghasilan.
Meskipun sudah lelah, tawaran tersebut tetap diambil karena dianggap sebagai kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.
Kebiasaan seperti itu dapat membantu meningkatkan pendapatan dalam kondisi tertentu. Tetapi jika terus dilakukan tanpa batas, waktu bersama keluarga dan kesempatan untuk beristirahat dapat semakin berkurang.
8. Pengalaman Masa Lalu Bisa Berpengaruh
Cara seseorang memandang uang juga dapat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu.
Orang yang pernah mengalami kesulitan ekonomi, kehilangan pekerjaan atau hidup dalam kondisi serba kekurangan dapat memiliki kebutuhan lebih besar terhadap rasa aman secara finansial.
Karena pernah merasakan ketidakpastian, seseorang mungkin berusaha keras agar kondisi tersebut tidak kembali terjadi.
Hal ini menunjukkan bahwa perilaku mengejar uang tidak selalu berasal dari keserakahan. Bisa saja di baliknya terdapat pengalaman hidup dan keinginan untuk memberikan kehidupan yang lebih aman bagi diri sendiri maupun keluarga.
Bekerja Keras Tetap Membutuhkan Batas
Mengejar kebutuhan ekonomi merupakan bagian dari kehidupan. Bekerja keras, meningkatkan pendapatan dan mempersiapkan masa depan merupakan hal yang wajar.
Namun, kehidupan juga membutuhkan keseimbangan.