opini-artikel

Mengenal Ciri Psikologis Orang yang Selalu Mengejar Kebutuhan Ekonomi, Bukan Sekadar Soal Ambisi

Kamis, 1 Oktober 2026 | 14:37 WIB
Foto ilustrasi

Ciri lainnya adalah sulit memberikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat.

Hari libur terkadang tetap digunakan untuk bekerja. Ketika mendapatkan kesempatan bersantai, pikiran justru memikirkan pekerjaan atau peluang mendapatkan penghasilan tambahan.

Ada orang yang merasa bersalah ketika tidak bekerja karena menganggap waktunya seharusnya dapat digunakan untuk menghasilkan uang.

Dalam jangka panjang, pola seperti itu dapat membuat keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi terganggu.

4. Selalu Mencari Penghasilan Tambahan

Orang yang memiliki tekanan kebutuhan ekonomi juga dapat menunjukkan kecenderungan mencari sumber pendapatan tambahan.

Setelah bekerja pada pekerjaan utama, mereka masih mencari pekerjaan sampingan, membuka usaha kecil, menjadi pekerja lepas atau memanfaatkan berbagai peluang ekonomi lainnya.

Dari sisi positif, hal tersebut menunjukkan inisiatif dan keinginan untuk meningkatkan kondisi ekonomi. Namun, jika dilakukan tanpa memperhatikan kemampuan tubuh dan waktu istirahat, aktivitas tersebut juga dapat menyebabkan kelelahan.

5. Sangat Berhati-hati Mengeluarkan Uang

Ciri lain yang sering terlihat adalah kehati-hatian dalam mengeluarkan uang.

Seseorang mungkin selalu menghitung pengeluaran, membandingkan harga dan berpikir berkali-kali sebelum membeli sesuatu.

Sikap hemat sebenarnya merupakan kebiasaan keuangan yang baik. Namun, pada sebagian orang, kekhawatiran kehilangan uang dapat membuat mereka terlalu takut mengeluarkan uang bahkan untuk kebutuhan yang sebenarnya penting.

Dengan kata lain, bukan sekadar jumlah uang yang dimiliki, tetapi bagaimana seseorang memandang rasa aman yang berkaitan dengan uang.

6. Harga Diri Dikaitkan dengan Penghasilan

Pada sebagian orang, keberhasilan ekonomi dapat menjadi bagian penting dari cara mereka menilai dirinya sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini