Senin, 5 Oktober 2026

Post Power Syndrome, Saat Seseorang Sulit Menerima Kehilangan Kekuasaan dan Jabatan

Photo Author
Anang Agus Faisal, Paliwara.com
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 12:34 WIB
Ilustrasi tentang seseorang yang mengalami post power syndrom
Ilustrasi tentang seseorang yang mengalami post power syndrom

Secara psikologis, persoalan utama bukan semata-mata kehilangan kursi kekuasaan. Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang memaknai perubahan identitas dirinya.

Jika selama bertahun-tahun harga diri dibangun hampir sepenuhnya dari jabatan, maka ketika jabatan tersebut hilang, seseorang dapat merasa seolah-olah dirinya juga kehilangan nilai.

Padahal, jabatan merupakan sebuah peran yang memiliki batas waktu. Sementara identitas seseorang jauh lebih luas daripada posisi yang pernah didudukinya.

Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi hal penting. Seseorang yang mampu menerima perubahan biasanya akan mencari aktivitas baru yang memberikan makna, seperti kegiatan sosial, keluarga, pendidikan, usaha, olahraga, organisasi atau aktivitas lain yang sesuai dengan kemampuannya.

Jangan Terjebak Masa Lalu

Kehilangan kekuasaan sebenarnya dapat menjadi kesempatan untuk membangun kehidupan dengan cara yang berbeda.

Pengalaman, jaringan dan kemampuan yang diperoleh selama menduduki jabatan tetap dapat dimanfaatkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Pengaruh tidak selalu harus diwujudkan melalui jabatan formal.

Yang perlu dihindari adalah menjadikan masa lalu sebagai satu-satunya sumber harga diri.

Pada akhirnya, seseorang tidak hanya dinilai dari kursi yang pernah didudukinya, tetapi juga dari bagaimana ia bersikap setelah kursi tersebut tidak lagi menjadi miliknya.

Post power syndrome karena itu dapat menjadi pengingat bahwa jabatan bisa berakhir, tetapi kehidupan harus terus berjalan. Kemampuan menerima perubahan, menemukan tujuan baru dan tetap merasa berguna menjadi bagian penting dalam menghadapi fase kehidupan setelah kehilangan kekuasaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Anang Agus Faisal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X