Blitar, Paliwara– Di tengah perkembangan zaman dan semakin beragamnya pekerjaan, tradisi nderes kelapa masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan. Aktivitas yang terlihat sederhana ini membutuhkan keberanian, ketelitian dan keterampilan karena dilakukan dengan memanjat pohon kelapa untuk mengambil nira.
Nderes merupakan istilah yang umum digunakan masyarakat Jawa untuk kegiatan menyadap nira dari bunga kelapa. Nira tersebut kemudian dapat diolah menjadi berbagai produk, salah satunya gula kelapa atau gula merah.
Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil pohon kelapa, nderes bukan sekadar pekerjaan. Aktivitas tersebut menjadi sumber penghasilan sekaligus keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Berawal dari Bunga Kelapa
Proses nderes dimulai dengan memilih pohon kelapa yang memiliki bunga atau mayang yang sesuai untuk disadap. Bagian bunga tersebut kemudian dipersiapkan agar dapat mengeluarkan cairan nira.
Penyadap harus mengetahui kondisi bunga dan melakukan perawatan secara berkala. Bagian tertentu pada mayang dipotong atau disayat secara hati-hati sehingga cairan manis dapat keluar secara perlahan.
Wadah kemudian dipasang untuk menampung tetesan nira.
Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian. Terlalu banyak melakukan sayatan atau perlakuan yang tidak tepat dapat menyebabkan bunga mengalami kerusakan dan mengganggu hasil sadapan berikutnya.
Memanjat Pohon Setiap Hari
Salah satu tantangan terbesar dalam pekerjaan nderes adalah memanjat pohon kelapa yang dapat mencapai ketinggian belasan meter.
Para penderes biasanya harus naik turun pohon untuk mengambil hasil nira dan melakukan perawatan pada bagian bunga. Aktivitas tersebut membutuhkan fisik yang kuat serta kehati-hatian karena risiko jatuh selalu ada.
Pekerjaan ini juga sering dilakukan sejak pagi atau bahkan sebelum matahari terlalu tinggi. Nira yang sudah terkumpul kemudian segera diturunkan dan dibawa untuk diolah.
Dari Nira Menjadi Gula
Nira kelapa yang baru disadap memiliki rasa manis. Namun, cairan tersebut mudah mengalami fermentasi sehingga perlu segera diolah.
Artikel Terkait
Erwin Rommel, Rubah Gurun yang Disegani Musuh dan Berakhir Tragis di Tangan Rezim Hitler
Erich “Bubi” Hartmann, Jagoan Luftwaffe dengan 352 Kemenangan dan Akhir Hidup Sang Pilot Legendaris
Apakah Kloning Berita Diperbolehkan? Ini Batas antara Adaptasi dan Menjiplak
Weton Minggu Wage: Dikenal Cerdas dan Berwibawa, tapi Punya Sifat Pencemburu
Jangan Salah Pilih Pekerjaan, Ini Bidang yang Cocok untuk Weton Minggu Wage
Jangan Asal Pilih Jodoh, Weton Minggu Wage Ternyata Cocok dengan Neptu Ini
Wujud Nyata Ketahanan Pangan, Babinsa Kelurahan Tanggung Bersama Petani Gotong Royong Perbaiki Saluran Irigasi
Post Power Syndrome, Saat Seseorang Sulit Menerima Kehilangan Kekuasaan dan Jabatan
Es Dawet Serabi Khas Blitar, Perpaduan Manis Gurih yang Cocok Disajikan Dingin
Pencak Silat Bukan Sekadar Adu Kekuatan, Ada Etika, Disiplin dan Filosofi di Baliknya