Senin, 5 Oktober 2026

Post Power Syndrome, Saat Seseorang Sulit Menerima Kehilangan Kekuasaan dan Jabatan

Photo Author
Anang Agus Faisal, Paliwara.com
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 12:34 WIB
Ilustrasi tentang seseorang yang mengalami post power syndrom
Ilustrasi tentang seseorang yang mengalami post power syndrom

4. Mudah tersinggung ketika tidak dilibatkan

Perubahan status dapat membuat seseorang merasa tidak dihargai. Ketika tidak lagi diundang dalam sebuah kegiatan atau tidak dimintai pendapat, muncul rasa kecewa, marah atau tersinggung.

5. Merasa kehilangan penghormatan

Seseorang bisa merasa bahwa dirinya tidak lagi dihormati seperti dahulu. Padahal, perubahan tersebut mungkin merupakan bagian normal dari pergantian jabatan.

6. Sulit menerima pemimpin atau pengganti baru

Mantan pemegang jabatan terkadang membandingkan dirinya dengan orang yang menggantikannya. Bahkan, keberhasilan penerus dapat dianggap sebagai ancaman terhadap harga dirinya.

7. Menarik diri dari lingkungan

Sebagian orang justru memilih menjauh karena merasa tidak lagi memiliki peran. Kondisi tersebut dapat membuat kehidupan sosial semakin berkurang.

8. Perubahan emosi

Perasaan sedih, kecewa, marah, mudah tersinggung, cemas atau merasa tidak berguna dapat muncul setelah kehilangan peran yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupannya.

9. Kehilangan motivasi

Rutinitas yang dahulu membuat seseorang merasa sibuk dan dibutuhkan tiba-tiba menghilang. Akibatnya, ia merasa tidak mempunyai tujuan atau aktivitas yang bermakna.

10. Terus mencari panggung kekuasaan

Ada pula orang yang berusaha terus mencari posisi, jabatan atau lingkungan baru agar kembali memperoleh pengaruh dan perhatian seperti sebelumnya.

Bukan Sekadar Soal Jabatan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Anang Agus Faisal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X