nasional

Nderes Kelapa, Tradisi Petani Mengubah Tetesan Nira Menjadi Gula Merah

Minggu, 4 Oktober 2026 | 12:54 WIB
Ilustrasi penderes kelapa

Blitar, Paliwara– Di tengah perkembangan zaman dan semakin beragamnya pekerjaan, tradisi nderes kelapa masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan. Aktivitas yang terlihat sederhana ini membutuhkan keberanian, ketelitian dan keterampilan karena dilakukan dengan memanjat pohon kelapa untuk mengambil nira.

Nderes merupakan istilah yang umum digunakan masyarakat Jawa untuk kegiatan menyadap nira dari bunga kelapa. Nira tersebut kemudian dapat diolah menjadi berbagai produk, salah satunya gula kelapa atau gula merah.

Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil pohon kelapa, nderes bukan sekadar pekerjaan. Aktivitas tersebut menjadi sumber penghasilan sekaligus keterampilan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berawal dari Bunga Kelapa

Proses nderes dimulai dengan memilih pohon kelapa yang memiliki bunga atau mayang yang sesuai untuk disadap. Bagian bunga tersebut kemudian dipersiapkan agar dapat mengeluarkan cairan nira.

Penyadap harus mengetahui kondisi bunga dan melakukan perawatan secara berkala. Bagian tertentu pada mayang dipotong atau disayat secara hati-hati sehingga cairan manis dapat keluar secara perlahan.

Wadah kemudian dipasang untuk menampung tetesan nira.

Pekerjaan tersebut membutuhkan ketelitian. Terlalu banyak melakukan sayatan atau perlakuan yang tidak tepat dapat menyebabkan bunga mengalami kerusakan dan mengganggu hasil sadapan berikutnya.

Memanjat Pohon Setiap Hari

Salah satu tantangan terbesar dalam pekerjaan nderes adalah memanjat pohon kelapa yang dapat mencapai ketinggian belasan meter.

Para penderes biasanya harus naik turun pohon untuk mengambil hasil nira dan melakukan perawatan pada bagian bunga. Aktivitas tersebut membutuhkan fisik yang kuat serta kehati-hatian karena risiko jatuh selalu ada.

Pekerjaan ini juga sering dilakukan sejak pagi atau bahkan sebelum matahari terlalu tinggi. Nira yang sudah terkumpul kemudian segera diturunkan dan dibawa untuk diolah.

Dari Nira Menjadi Gula

Nira kelapa yang baru disadap memiliki rasa manis. Namun, cairan tersebut mudah mengalami fermentasi sehingga perlu segera diolah.

Halaman:

Tags

Terkini