Kamis, 8 Oktober 2026

Apa yang Menyebabkan Peredaran Darah Tidak Lancar? Kenali Faktor Risikonya

Photo Author
Anang Agus Faisal, Paliwara.com
- Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:12 WIB
Ilustrasi tentang penyebab peredaran darah tidak lancar
Ilustrasi tentang penyebab peredaran darah tidak lancar

Paliwara.com, – Peredaran darah yang lancar menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga fungsi tubuh. Darah membawa oksigen dan nutrisi ke berbagai jaringan sekaligus membantu membawa kembali zat sisa metabolisme. Ketika aliran darah terganggu, seseorang dapat mengalami berbagai keluhan, terutama pada bagian tubuh yang aliran darahnya kurang optimal.

Istilah “peredaran darah tidak lancar” sebenarnya bukan satu diagnosis medis tertentu. Keluhan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga gangguan pada pembuluh darah.

Salah satu penyebabnya adalah kurang bergerak. Duduk atau berdiri dalam posisi yang sama selama waktu lama dapat membuat aliran darah, terutama dari tungkai menuju jantung, menjadi kurang optimal. Aktivitas fisik yang rendah juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah pembuluh darah.

Merokok juga menjadi salah satu faktor yang dapat merusak pembuluh darah. Zat-zat dalam rokok dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyempitan pembuluh darah.

Selain itu, kolesterol tinggi dan penumpukan plak pada pembuluh darah dapat mempersempit saluran tempat darah mengalir. Kondisi tersebut dapat mengurangi aliran darah ke organ atau jaringan tertentu.

Faktor lainnya antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas dan pola makan yang kurang sehat. Beberapa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kerusakan atau penyempitan pembuluh darah apabila berlangsung dalam jangka panjang.

Pada tungkai, gangguan aliran darah dapat ditandai dengan kaki terasa dingin, kesemutan, mati rasa, perubahan warna kulit atau nyeri ketika berjalan. Namun, keluhan seperti kesemutan dan kaki dingin juga dapat memiliki banyak penyebab lain sehingga tidak bisa langsung disimpulkan sebagai gangguan sirkulasi.

Karena itu, menjaga kesehatan pembuluh darah dapat dilakukan dengan rutin bergerak, berolahraga sesuai kemampuan, tidak merokok, menjaga berat badan, mengonsumsi makanan bergizi serta mengendalikan tekanan darah, gula darah dan kolesterol.

Jika gangguan aliran darah muncul secara tiba-tiba, terutama disertai nyeri hebat, anggota tubuh menjadi pucat atau kebiruan, terasa sangat dingin, lemah atau mati rasa, kondisi tersebut perlu segera mendapatkan pemeriksaan medis.

Menjaga peredaran darah bukan hanya soal menghindari kaki kesemutan atau terasa dingin. Lebih dari itu, kesehatan pembuluh darah berkaitan erat dengan kesehatan jantung, otak dan berbagai organ tubuh lainnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Anang Agus Faisal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X