Kamis, 22 Oktober 2026

Peran Santri Melawan Penjajahan Belanda, dari Pesantren hingga Medan Perjuangan

Photo Author
Anang Agus Faisal, Paliwara.com
- Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:43 WIB
Ilustrasi santri melawan penjajahan
Ilustrasi santri melawan penjajahan

Peran ulama dan santri dalam perjuangan bangsa tidak berhenti ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. Ketika Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia setelah kemerdekaan, kalangan pesantren kembali mengambil bagian dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan.

Salah satu momentum penting adalah Resolusi Jihad yang diserukan pada 22 Oktober 1945 oleh kalangan ulama Nahdlatul Ulama di bawah kepemimpinan KH Hasyim Asy’ari. Seruan tersebut memperkuat semangat umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan dan menjadi bagian penting dari latar sejarah perjuangan menjelang Pertempuran Surabaya pada November 1945.

Sejarah tersebut menunjukkan bahwa perjuangan bangsa Indonesia dibangun melalui kontribusi banyak kelompok, termasuk ulama, santri, petani, pemuda, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Peran santri dalam melawan penjajahan Belanda menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak hanya membutuhkan keberanian di medan perang, tetapi juga keteguhan menjaga ilmu, keyakinan, persatuan, dan martabat manusia.

Dari pesantren hingga medan perjuangan, jejak santri menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa Indonesia menuju kemerdekaan. Warisan tersebut tetap relevan hingga sekarang, ketika generasi muda dituntut meneruskan perjuangan melalui pendidikan, pengabdian, dan tanggung jawab membangun bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Anang Agus Faisal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X