Blitar, Paliwara– Perayaan ulang tahun ke-2 Team Kejut Faskho Sengox Audio Blitar tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya komunitas sound horeg, tetapi juga dimanfaatkan untuk kegiatan sosial. Melalui festival amal yang digelar di Dusun Sekardangan, Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Sabtu (17/10/2026), komunitas ini berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
Festival tersebut diikuti lebih dari 30 truk sound dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah. Selain menjadi ruang silaturahmi antarpenggemar audio, kegiatan ini juga mengusung misi sosial dengan menyalurkan hasil pendapatan tiket masuk dan parkir untuk membantu pembangunan makam di Dusun Sekardangan.
Pemilik Faskho Sengox Audio, Syaiful Aziz yang akrab disapa Mbah Sengox, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sebagai festival amal. Menurutnya, komunitas sound horeg tidak seharusnya hanya dikenal melalui kemeriahan suara dan hiburan, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap kepentingan sosial masyarakat.
“Hasil dari pendapatan acara ini, entah itu parkir maupun tiket masuk, akan disumbangkan untuk pembangunan makam di Dusun Sekardangan,” kata Mbah Sengox.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian komunitas terhadap lingkungan tempat mereka tumbuh dan berkembang. Melalui kegiatan sosial, pihaknya ingin menunjukkan bahwa hobi di bidang audio dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain mengedepankan misi sosial, penyelenggara juga menerapkan sejumlah pembatasan dalam festival kali ini. Acara digelar tanpa dancer atau penari serta tidak menyediakan alkohol maupun minuman keras.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara untuk menjaga ketertiban dan menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan aturan yang berlaku. Langkah itu sekaligus diharapkan mampu mengubah pandangan masyarakat terhadap pertunjukan sound horeg yang selama ini kerap menuai beragam tanggapan.
“Kali ini kami sengaja mengadakan acara amal tanpa dancer, tanpa alkohol atau miras. Kami berkomitmen menjaga aturan yang ada sekaligus menghapus stigma negatif di masyarakat,” ujarnya.
Mbah Sengox menambahkan, sebagian peserta yang hadir merupakan bagian dari jaringan Faskho Sengox Audio. Banyak di antara mereka sebelumnya merakit atau membangun sistem suara melalui Faskho Blitar.
Kehadiran puluhan truk sound dari berbagai daerah tersebut memperlihatkan besarnya jaringan komunitas yang terbentuk. Namun, dalam perayaan kali ini, penyelenggara berupaya menempatkan kegiatan sosial sebagai salah satu pesan utama di balik kemeriahan festival.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, Fatatoh Hironi Ulya, turut menghadiri kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi penyelenggara yang dinilai berupaya mengemas hiburan komunitas dengan kegiatan sosial serta pembatasan yang memperhatikan ketentuan.
Menurut Fatatoh, konsep festival tanpa dancer dan minuman keras dapat menjadi referensi bagi penyelenggaraan kegiatan serupa di daerah lain. Ia berharap komunitas sound horeg mampu membangun kegiatan yang tertib, memberikan manfaat, sekaligus tetap memperhatikan norma yang berlaku di tengah masyarakat.
“Acara sound kali ini dapat dijadikan ajang percontohan di daerah lain, khususnya di Kabupaten Blitar. Untuk event kali ini tanpa dancer atau penari, tanpa miras atau alkohol, mengikuti aturan sesuai MUI dan Pemkab Blitar,” katanya.
Meski mengapresiasi konsep yang diterapkan, Fatatoh menilai pembinaan terhadap penari dalam pertunjukan sound horeg juga perlu mendapat perhatian. Menurutnya, keberadaan asosiasi atau paguyuban dapat menjadi wadah untuk memberikan arahan mengenai penampilan yang sesuai dengan norma masyarakat.
Artikel Terkait
Primbon Sabtu Pahing: Berjiwa Terbuka, Ambisius, tetapi Dikenal Mudah Marah
Weton Sabtu Pahing Dipercaya Cocok Jadi Pengusaha, Neptu 18 Disebut Bawa Peruntungan Besar
Moto G67 Hadir di Indonesia, Usung Layar AMOLED 120Hz dan Harga Rp4,999 Juta
Tingkatkan Sanitasi Sehat, Babinsa Koramil 0808/11 Binangun Gotong Royong Buat Jamban Warga
Harga Cabe Rawit Merah di Jawa Timur Tembus Rp77.666 per Kg, Kota Blitar Terendah
Patroli Subuh Rutin, Polres Blitar Perkuat Komunikasi dan Pelayanan kepada Masyarakat
Polres Blitar Perkuat Sinergi dengan Petani Jagung di Desa Banggle
Pastikan Keamanan Pengunjung, Sat Samapta Polres Blitar Pantau Blitar Park
Ribuan Jamaah Padati Masjid Agung Blitar, Dzikir dan Haul Masyayikh Jadi Momentum Hari Santri
Gerindra Kabupaten Blitar Gelar Aksi Bersih Pantai Tambakrejo, Sugianto: Kepedulian Lingkungan Harus Diwujudkan dengan Aksi Nyata