Selain menekankan percepatan adaptasi, Rijanto juga meminta aparatur sipil negara (ASN) mengambil peran lebih aktif dalam mengenalkan potensi Kabupaten Blitar.
Ia menilai, tugas ASN tidak hanya berkutat pada urusan administrasi dan pelayanan di lingkungan kantor. Aparatur juga diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan keunggulan daerah kepada masyarakat luas.
ASN yang bertugas di kecamatan maupun perangkat daerah terkait diminta mengenali potensi wilayahnya, kemudian mendorong pengembangan dan promosi terhadap berbagai sektor unggulan, mulai dari ekonomi, pariwisata, budaya hingga produk lokal.
“Saya berharap semua ASN juga menjadi marketing bagi Kabupaten Blitar. Khusus yang bertugas di wilayah, tolong kenali, kembangkan, dan promosikan seluruh potensi masing-masing wilayah saudara agar Kabupaten Blitar yang kita cintai ini makin kawentar,” ungkapnya.
Melalui keterlibatan aktif ASN, pemerintah daerah berharap potensi yang selama ini belum tergarap secara optimal dapat semakin dikenal dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.
Manajemen Talenta Jadi Dasar Pengembangan Karier
Dalam kesempatan yang sama, Rijanto juga menyinggung penerapan manajemen talenta dalam pengembangan karier ASN di lingkungan Pemkab Blitar.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah melaksanakan ekspose manajemen talenta di kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada 8 September 2026. Ke depan, sesuai arahan Kepala BKN, mekanisme promosi dan mutasi jabatan akan menggunakan manajemen talenta sebagai salah satu dasar penempatan pejabat.
Kebijakan tersebut diharapkan mendorong proses penempatan aparatur yang semakin mempertimbangkan potensi, kompetensi, dan capaian kinerja. Dengan pendekatan itu, setiap ASN memiliki dorongan untuk terus meningkatkan kapasitas dan menunjukkan hasil kerja yang terukur.
“Para ASN dituntut untuk meningkatkan nilai potensi dan nilai kinerja agar dapat memenuhi syarat untuk bisa dipromosikan,” kata Rijanto.
Menurutnya, pengembangan karier harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur. ASN tidak cukup hanya memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga perlu memperkuat kemampuan, membangun kolaborasi, serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas.
Rijanto berharap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat menjawab kepercayaan yang diberikan dengan kinerja nyata. Integritas harus menjadi landasan dalam mengambil keputusan, sementara kepentingan masyarakat tetap menjadi orientasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas.
Ia menegaskan, keberhasilan pemerintahan tidak hanya diukur dari tertatanya struktur birokrasi, tetapi juga dari kemampuan aparatur menerjemahkan kewenangan menjadi pelayanan yang cepat, tepat, dan berkualitas.
“Bekerjalah dengan hati, berkaryalah dengan integritas, dan tinggalkan jejak pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui pelantikan tersebut, Pemkab Blitar berharap terbentuk birokrasi yang semakin solid, profesional, dan berorientasi pada hasil, sekaligus memperkuat upaya mewujudkan visi Kabupaten Blitar Berdaya dan Berjaya.
Artikel Terkait
Perkuat Ketahanan Pangan, Polres Blitar Jalin Kedekatan dengan Petani Jagung
Polisi Sahabat Anak, Cara Satlantas Polres Blitar Tanamkan Kesadaran Lalu Lintas Sejak Dini
Ramalan Zodiak Libra Hari Ini: Peluang Kerja Baru Terbuka, Saatnya Serius dalam Percintaan
HUT ke-81 TNI, Fun Run 5K Koramil Kanigoro Jadi Ajang Olahraga dan Kebersamaan
Jamin Rasa Aman Pengunjung Pantai Serang, Polsek Panggungrejo Gencarkan Patroli Wisata
Perbandingan Harga Wortel Blitar dan Lumajang, Selisihnya Rp4.667 per Kg
Perkuat Ketahanan Pangan, Polres Blitar Dorong Produktivitas Petani Jagung
Watak Weton Senin Pahing Menurut Primbon Jawa, Pendiam tetapi Punya Tekad Kuat
Bukan Jadi Karyawan, Weton Senin Pahing Disebut Lebih Cocok Punya Usaha Sendiri
Polisi Hadir di Sekolah, Siswa SDN 1 Wates Blitar Dibekali Edukasi Kedisiplinan