Hartmann kemudian diserahkan kepada Uni Soviet dan menghabiskan sekitar 10 tahun dalam tahanan Soviet. Ia diadili atas tuduhan kejahatan perang dan dijatuhi hukuman penjara. Hukuman yang awalnya 20 tahun kemudian menjadi 25 tahun. Hartmann tetap berada dalam tahanan sampai akhirnya dibebaskan pada 1955.
Sepuluh tahun setelah perang berakhir, sang pilot kembali ke Jerman.
Alih-alih bergabung dengan angkatan udara Jerman Timur, Hartmann memilih masuk ke Bundesluftwaffe, angkatan udara Jerman Barat yang dibentuk kembali pada era Perang Dingin.
Pada 1956 ia kembali berdinas sebagai penerbang militer. Hartmann kemudian dipercaya menjadi komandan Jagdgeschwader 71 “Richthofen”, salah satu satuan tempur penting Jerman Barat. Ia menjalani karier militer hingga akhirnya pensiun pada 1970.
Pensiunnya tidak sepenuhnya berlangsung tanpa kontroversi. Hartmann dikenal menentang pengadaan pesawat tempur F-104 Starfighter karena kekhawatiran mengenai keselamatan dan operasional pesawat tersebut. Setelah meninggalkan dinas militer, ia melanjutkan kehidupannya sebagai instruktur penerbangan sipil.
Menariknya, akhir kehidupan Hartmann justru berlangsung jauh dari medan perang.
Tidak ada pertempuran udara, tidak ada pesawat tempur, dan tidak ada suara mesin Bf 109 yang pernah menjadi bagian dari kehidupannya. Pada 20 September 1993, Erich “Bubi” Hartmann meninggal dunia di Weil im Schönbuch, Jerman, dalam usia 71 tahun.
Hartmann meninggalkan warisan yang sangat kompleks.
Ia dikenal sebagai pilot tempur dengan rekor kemenangan udara yang belum terlampaui, tetapi pada saat yang sama ia adalah seorang perwira Luftwaffe yang bertempur untuk Jerman Nazi. Karena itu, kisahnya tidak hanya berbicara mengenai kehebatan teknis seorang pilot, tetapi juga tentang bagaimana kemampuan militer seseorang dapat tercatat dalam sejarah yang penuh dengan kehancuran dan tragedi.
Dari seorang pemuda yang belajar menerbangkan pesawat layang, Hartmann berubah menjadi pilot tempur dengan 352 kemenangan udara. Ia kemudian melewati kekalahan Jerman, sepuluh tahun penahanan Soviet, kembali menerbangkan pesawat setelah perang, hingga akhirnya meninggal sebagai warga sipil pada 1993.
Nama Erich “Bubi” Hartmann pun tetap tercatat dalam sejarah penerbangan militer sebagai salah satu, dan secara umum dianggap sebagai, pilot tempur dengan jumlah kemenangan udara terbanyak yang pernah tercatat.
Artikel Terkait
Polisi Hadiri Pemakaman Korban KM Virgo di Plosorejo, Sampaikan Duka kepada Keluarga
Kematian Tragis Ontoseno, Ksatria Sakti yang Gugur dalam Pengabdian
Rezeki Sudah Tertakar, Tak Akan Tertukar: Seperti BAB, Dipaksa Keluar Kalau Belum Waktunya Tetap Tak Akan Keluar
Kesaktian Ontoseno, Ksatria Laut yang Gugur Secara Tragis dalam Pewayangan
Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Koramil 0808/09 Sutojayan Turun Ke Sawah Bantu Petani Tanam Padi
Weton Sabtu Pon Menurut Primbon Jawa: Sabar dan Loyal, tapi Punya Sifat Tak Mau Kalah
Weton Sabtu Pon Disebut Bawa Rezeki untuk Keluarga, Jodohnya Cocok dengan Neptu Ini
Cek Harga Kedelai Lokal! Blitar dan Kediri Ternyata Beda Rp1.000
Harga Telur Ayam Blitar di Bawah Rata-rata Jatim, Segini Perkilogramnya
Erwin Rommel, Rubah Gurun yang Disegani Musuh dan Berakhir Tragis di Tangan Rezim Hitler