Ironisnya, Rommel tetap mendapatkan pemakaman kenegaraan. Hitler bahkan memerintahkan hari berkabung resmi untuk menghormati sang Field Marshal.
Kisah Erwin Rommel kemudian berkembang menjadi salah satu cerita paling kompleks dalam sejarah Perang Dunia II. Di satu sisi, ia dikenang sebagai komandan lapangan yang memiliki kemampuan luar biasa dan menjadi lawan yang diperhitungkan Sekutu. Di sisi lain, sejarahnya tidak dapat dilepaskan dari kedudukannya dalam mesin perang Nazi Jerman dan dari perdebatan mengenai hubungannya dengan ideologi serta kebijakan rezim Hitler.
Julukan Rubah Gurun akhirnya tidak hanya menjadi simbol kecerdikan Rommel di medan perang. Kematian tragisnya juga menjadi gambaran bagaimana, pada tahun-tahun terakhir Nazi Jerman, bahkan seorang Field Marshal yang pernah sangat dekat dengan Hitler dapat berakhir sebagai korban dari rezim yang sebelumnya mengangkat namanya menjadi simbol kekuatan militer Jerman.
Artikel Terkait
Budaya Nongkrong Orang Blitar, Dari Warung Kopi hingga Obrolan Panjang Tanpa Batas Waktu
Polisi Hadiri Pemakaman Korban KM Virgo di Plosorejo, Sampaikan Duka kepada Keluarga
Kematian Tragis Ontoseno, Ksatria Sakti yang Gugur dalam Pengabdian
Rezeki Sudah Tertakar, Tak Akan Tertukar: Seperti BAB, Dipaksa Keluar Kalau Belum Waktunya Tetap Tak Akan Keluar
Kesaktian Ontoseno, Ksatria Laut yang Gugur Secara Tragis dalam Pewayangan
Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Koramil 0808/09 Sutojayan Turun Ke Sawah Bantu Petani Tanam Padi
Weton Sabtu Pon Menurut Primbon Jawa: Sabar dan Loyal, tapi Punya Sifat Tak Mau Kalah
Weton Sabtu Pon Disebut Bawa Rezeki untuk Keluarga, Jodohnya Cocok dengan Neptu Ini
Cek Harga Kedelai Lokal! Blitar dan Kediri Ternyata Beda Rp1.000
Harga Telur Ayam Blitar di Bawah Rata-rata Jatim, Segini Perkilogramnya