Senin, 5 Oktober 2026

Candi Simping Blitar, Jejak Pendharmaan Raden Wijaya dan Saksi Awal Kebesaran Majapahit

Photo Author
Anang Agus Faisal, Paliwara.com
- Minggu, 4 Oktober 2026 | 13:07 WIB
Candi Simping di Blitar
Candi Simping di Blitar

Sumber sejarah mencatat bahwa pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk, Candi Simping mendapat perhatian khusus. Dalam catatan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI, Hayam Wuruk melakukan renovasi terhadap candi tersebut pada 1285 Saka atau sekitar 1363 Masehi.

Sumber kajian sejarah juga mencatat bahwa bangunan Simping pernah mengalami kerusakan sehingga dilakukan perbaikan dan penataan kembali pada masa Hayam Wuruk.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Simping memiliki arti penting bagi lingkungan kerajaan Majapahit bahkan beberapa dekade setelah wafatnya Raden Wijaya.

Kini Tinggal Jejak

Perjalanan panjang selama berabad-abad membuat kondisi Candi Simping berubah. Bangunan yang dahulu memiliki struktur lebih lengkap kini sebagian besar telah runtuh.

Bagi sebagian orang, kondisi tersebut mungkin membuat Candi Simping terlihat sederhana jika dibandingkan dengan candi-candi lain yang masih berdiri megah.

Namun justru di situlah nilai pentingnya.

Candi Simping menyimpan cerita tentang salah satu fase paling penting dalam sejarah Nusantara, yakni masa awal berdirinya Majapahit.

Mengunjungi Candi Simping bukan hanya melihat batu-batu peninggalan masa lalu. Lebih dari itu, pengunjung dapat membayangkan bagaimana sebuah kerajaan besar pernah membangun identitas dan kekuasaannya, serta bagaimana Blitar menjadi salah satu wilayah penting dalam perjalanan sejarah Majapahit.

Sejarah yang Jangan Sampai Hilang

Keberadaan Candi Simping juga menjadi pengingat bahwa sejarah tidak selalu hadir dalam bentuk bangunan yang megah.

Kadang, sejarah justru tersimpan dalam reruntuhan, fragmen batu dan catatan kuno yang membutuhkan ketelitian untuk memahaminya.

Candi Simping merupakan salah satu contohnya.

Situs yang berada di Desa Sumberjati tersebut menyimpan hubungan antara Blitar, Raden Wijaya dan Majapahit. Nilainya bukan hanya bagi masyarakat sekitar, tetapi juga bagi pemahaman mengenai sejarah perkembangan kerajaan besar di Nusantara.

Candi Simping mungkin kini tinggal reruntuhan, tetapi kisah yang tersimpan di dalamnya masih jauh dari runtuh. Dari tempat inilah jejak Raden Wijaya dan awal perjalanan Majapahit masih dapat ditelusuri hingga sekarang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Anang Agus Faisal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X