nasional

Kapan Istilah Santri Mulai Digunakan? Menelusuri Jejak Sejarah Kaum Pencari Ilmu Agama di Nusantara

Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:32 WIB
Ilustrasi santri sedang belajar

Paliwara.com, – Istilah santri sudah sangat melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya di lingkungan pesantren. Santri dikenal sebagai orang yang menuntut ilmu agama, mendalami Al-Qur’an, mempelajari kitab-kitab klasik, serta membentuk karakter melalui pendidikan dan kehidupan di pondok pesantren. Namun, sejak kapan sebenarnya penyebutan santri mulai digunakan?

Pertanyaan ini membawa kita menelusuri sejarah panjang perkembangan Islam di Nusantara. Istilah santri tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan tumbuh bersama tradisi pendidikan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat, terutama di Pulau Jawa.

Dalam sejarahnya, pesantren telah menjadi salah satu pusat pembelajaran Islam yang penting. Para santri tinggal bersama di lingkungan pesantren, belajar kepada kiai, menjalankan ibadah, dan membiasakan diri hidup sederhana. Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia.

Asal-usul kata santri masih memiliki beberapa penjelasan. Salah satu pendapat menghubungkannya dengan kata shastri atau śāstri dalam bahasa Sanskerta, yang berkaitan dengan orang yang memahami kitab suci atau pengetahuan keagamaan. Ada pula penjelasan yang mengaitkan kata santri dengan tradisi pendidikan Islam di Jawa. Namun, asal-usul tersebut belum dapat dipastikan sebagai satu-satunya penjelasan yang benar.

Karena itu, menentukan tahun atau tanggal pasti ketika kata santri pertama kali digunakan bukan perkara mudah. Penggunaan istilah tersebut berkembang secara bertahap seiring tumbuhnya lembaga pendidikan Islam dan tradisi pesantren di Nusantara.

Salah satu petunjuk penting mengenai penggunaan istilah santri dapat ditemukan dalam naskah sejarah Jawa. Kajian sejarah menyebut istilah tersebut telah digunakan pada abad ke-17, salah satunya dalam naskah Sajarah Banten yang ditulis pada 1662. Catatan ini menjadi bukti bahwa penyebutan santri sudah dikenal setidaknya pada masa tersebut, meskipun bukan berarti istilah itu baru muncul pada abad ke-17. <Link url="https://tirto.id/sejarah-santri-asal-usul-kata-santri-dari-bahasa-sanskerta-ej72" title="Sumber: Tirto.id"/>.

Sementara itu, tradisi pendidikan pesantren di Jawa berkembang melalui berbagai pusat penyebaran Islam. Pesantren tidak hanya menjadi tempat mempelajari ilmu agama, tetapi juga ruang pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ada beberapa pendapat mengenai asal-usul kata santri. C.C. Berg menghubungkannya dengan kata Sanskerta shastri, sedangkan Nurcholish Madjid mengaitkannya dengan kata Jawa cantrik, yakni seseorang yang mengikuti guru untuk belajar. Kedua pendapat tersebut merupakan teori etimologi yang perlu dipahami sebagai penjelasan alternatif, bukan kepastian tunggal.

Jika istilah santri telah dikenal jauh sebelum Indonesia merdeka, mengapa Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober?

Tanggal tersebut merujuk pada peristiwa Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh para ulama Nahdlatul Ulama pada 22 Oktober 1945. Seruan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya menjelang pertempuran besar di Surabaya.

Pemerintah kemudian menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Dengan demikian, tanggal tersebut bukanlah awal munculnya kata santri, melainkan momentum untuk menghormati peran ulama, santri, dan pesantren dalam perjuangan bangsa.

Dalam perkembangannya, makna santri tidak berhenti pada seseorang yang tinggal dan belajar di pondok pesantren. Santri juga lekat dengan nilai-nilai keilmuan, akhlak, kesederhanaan, kedisiplinan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Tradisi pesantren mengajarkan bahwa ilmu bukan sekadar untuk diketahui, melainkan juga diamalkan. Hubungan antara santri dan kiai, kebiasaan mengaji, serta kehidupan bersama di pesantren membentuk karakter yang menjadi ciri khas pendidikan Islam tradisional di Nusantara.

Pada akhirnya, tidak ada satu tanggal pasti yang dapat ditetapkan sebagai hari pertama istilah santri digunakan. Namun, bukti sejarah menunjukkan bahwa istilah tersebut telah dikenal setidaknya sejak abad ke-17. Adapun 22 Oktober menjadi penanda penting bagi bangsa Indonesia untuk mengenang kontribusi kaum santri dalam mempertahankan kemerdekaan.

Halaman:

Tags

Terkini