Penguatan pendidikan agama melalui pesantren dan sekolah formal dinilai perlu berjalan beriringan. Dengan demikian, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga memperhatikan nilai moral dan spiritual.
Gus An’im berharap perhatian pemerintah terhadap pendidikan keagamaan terus meningkat, sehingga pesantren dapat menjalankan perannya secara optimal dalam mencetak generasi penerus yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.