Di sisi lain, pembinaan tersebut diharapkan tidak mematikan kreativitas. Potensi kesenian daerah justru perlu diberi ruang agar dapat berkembang dan menjadi bagian dari pertunjukan yang memiliki nilai budaya.
“Harapannya, ke depan ada asosiasi maupun paguyuban yang mewadahi untuk membina dancer atau penari, mengarahkan agar tidak terkesan erotis seperti anggapan publik, namun dapat memunculkan potensi-potensi kesenian daerah,” pungkasnya.
Perayaan dua tahun Faskho Sengox Audio Blitar ini menjadi momentum bagi komunitas sound horeg untuk memperluas peran di tengah masyarakat. Melalui festival amal, penyelenggara berupaya mempertemukan hiburan, solidaritas antarkomunitas, dan kepedulian sosial.
Ke depan, kegiatan serupa diharapkan tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga mampu menjaga ketertiban, menghormati norma yang berlaku, serta memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.