peristiwa

Menuju Indonesia Emas 2045, Nurhadi Dorong Blitar Tekan Stunting

Selasa, 29 September 2026 | 11:24 WIB
Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Nurhadi

Blitar, paliwara.com – Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Nurhadi, mendorong Kabupaten Blitar terus memperkuat upaya penurunan angka stunting sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Nurhadi, kualitas generasi mendatang sangat dipengaruhi oleh kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak dini. Karena itu, persoalan stunting perlu mendapat perhatian serius dan ditangani secara bersama-sama.

Hal tersebut disampaikan Nurhadi saat sosialisasi program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) bersama mitra kerja di Gedung Serbaguna Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Senin (28/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Nurhadi menyoroti angka stunting di Kabupaten Blitar yang disebut masih berada di kisaran 17 persen. Meskipun angka tersebut masih di bawah angka nasional, ia menilai persentase tersebut tetap perlu ditekan agar tidak berdampak terhadap kualitas generasi mendatang.

“Angka stunting di Blitar masih di kisaran 17 persen. Walaupun masih di bawah angka nasional, menurut saya ini masih tinggi. Karena Tulungagung sekitar 13 persen,” ujar Nurhadi.

Nurhadi menegaskan, upaya menekan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga berbagai kelompok penggerak di tingkat lokal.

“Kita melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari berbagai tokoh, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, maupun penggerak lainnya. Harapannya masing-masing sadar betapa pentingnya kita untuk menekan angka stunting,” jelasnya.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dapat membantu memperluas edukasi kepada keluarga mengenai pentingnya pencegahan stunting. Pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan ibu dan anak serta perhatian terhadap tumbuh kembang anak juga perlu terus disosialisasikan.

Ia menambahkan, program Bangga Kencana menjadi salah satu sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana. Sosialisasi secara berkelanjutan diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan stunting.

Nurhadi mengingatkan, persoalan stunting bukan hanya menyangkut kondisi anak pada saat ini, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Hal itu menjadi penting mengingat Indonesia tengah mempersiapkan diri menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Ketika angka stunting masih tinggi, sangat mungkin di Kabupaten Blitar ke depan muncul generasi-generasi yang bukan generasi emas. Kita menuju 2045, Indonesia Emas, berarti generasinya harus generasi emas, jangan sebaliknya menjadi generasi cemas,” tegasnya.

Karena itu, Nurhadi berharap sinergi pemerintah dengan masyarakat terus diperkuat untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Blitar. (*)

Tags

Terkini