gaya-hidup

Weton Sabtu Pahing Dipercaya Cocok Jadi Pengusaha, Neptu 18 Disebut Bawa Peruntungan Besar

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:24 WIB
Ilustrasi pemilik weton Sabtu Pahing. (Pixabay)

Paliwara.com – Menurut primbon Jawa, orang yang lahir pada weton Sabtu Pahing dipercaya memiliki sifat, watak, dan karakter yang membuatnya lebih cocok bekerja secara mandiri dibandingkan menjadi karyawan.

Mereka diyakini memiliki jiwa mandiri serta keinginan kuat untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Karena itu, pekerjaan yang memberikan kebebasan dalam mengambil keputusan dinilai lebih sesuai dengan karakter pemilik weton Sabtu Pahing.

Dalam urusan pekerjaan dan mencari rezeki, orang yang lahir pada Sabtu Pahing dipercaya cocok menekuni dunia wirausaha, menjadi pengusaha, pedagang, maupun pemimpin.

Sebaliknya, menurut kepercayaan primbon, mereka cenderung kurang nyaman apabila harus bekerja di bawah kendali orang lain dan terus-menerus menerima perintah. Karakter tersebut diyakini membuat mereka lebih leluasa mengembangkan potensi ketika menjalankan usaha atau pekerjaan secara mandiri.

Baca Juga: Primbon Sabtu Pahing: Berjiwa Terbuka, Ambisius, tetapi Dikenal Mudah Marah

Neptu Sabtu Pahing Berjumlah 18

Dalam perhitungan primbon Jawa, weton Sabtu Pahing memiliki jumlah neptu 18. Angka tersebut diperoleh dari neptu hari Sabtu sebesar 9 dan neptu pasaran Pahing sebesar 9.

Jumlah neptu ini merupakan salah satu yang tertinggi dalam perhitungan weton Jawa. Oleh karena itu, Sabtu Pahing kerap dikaitkan dengan potensi keberuntungan dan kemudahan dalam memperoleh rezeki.

Menurut kepercayaan yang berkembang di masyarakat Jawa, kelahiran bayi dengan weton Sabtu Pahing juga diyakini dapat membawa peruntungan bagi keluarganya.

Kehadiran anak dengan weton tersebut dipercaya berhubungan dengan kemudahan dalam mencari nafkah serta peningkatan rezeki, terutama apabila anggota keluarga lainnya memiliki neptu yang lebih kecil.

Meski demikian, ramalan mengenai pekerjaan, rezeki, dan keberuntungan berdasarkan weton merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Dalam kehidupan nyata, keberhasilan seseorang tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor. (*)

Tags

Terkini