gaya-hidup

Primbon Jawa: Weton Jumat Legi Dikenal Sabar dan Suka Menolong, tetapi Punya Sisi Buruk Ini

Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:35 WIB
Ikustrasi pemilik Weton Jumat Legi. (Pixabay)

Paliwara.com – Dalam primbon Jawa, weton Jumat Legi dipercaya memiliki karakter dan watak khas yang memengaruhi cara seseorang menjalani kehidupan, termasuk dalam menjalin hubungan pertemanan.

Orang yang lahir pada Jumat Legi dikenal sebagai sosok yang menyenangkan untuk diajak berteman. Mereka cenderung mampu membangun hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya karena memiliki sifat sabar dan kepedulian terhadap sesama.

Salah satu karakter yang menonjol dari weton Jumat Legi adalah kemampuannya menyembunyikan kesulitan yang sedang dihadapi. Mereka jarang mengeluh atau memperlihatkan beban hidup kepada orang lain.

Baca Juga: Lahir pada Kamis Kliwon? Primbon Jawa Ungkap Watak Keras Hati tetapi Penuh Belas Kasih

Ketika menghadapi persoalan, pemilik weton ini dipercaya lebih memilih bersikap tabah dan berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri. Mereka berusaha tetap tegar meskipun sedang berada dalam situasi yang tidak mudah.

Selain itu, orang Jumat Legi digambarkan memiliki hati yang lapang, sabar, dan tidak kikir. Mereka juga dikenal ringan tangan ketika melihat orang lain membutuhkan bantuan.

Kepedulian tersebut terutama ditunjukkan kepada teman atau orang terdekat yang sedang mengalami kesulitan. Mereka dipercaya tidak segan memberikan bantuan semampunya demi meringankan beban orang lain.

Namun, weton Jumat Legi juga dipercaya memiliki sisi negatif. Dalam gambaran primbon Jawa, mereka terkadang dapat melakukan tindakan yang merugikan, seperti mencuri, menipu, atau berjudi. Karakter tersebut menjadi sisi buruk yang perlu diwaspadai dan dikendalikan.

Di samping itu, hati pemilik weton Jumat Legi disebut bisa menjadi keras ketika merasa dikecewakan. Pengalaman buruk dalam hubungan dengan orang lain dapat membuat mereka lebih sulit membuka diri dan kembali memberikan kepercayaan.

Sifat waswas dan mudah curiga juga digambarkan kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari. Jika tidak dikelola dengan baik, sikap tersebut berpotensi memengaruhi hubungan mereka dengan orang-orang di sekitarnya.

Meski demikian, gambaran karakter berdasarkan weton merupakan bagian dari tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa. Watak seseorang tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan hari dan pasaran kelahirannya, sebab lingkungan, pengalaman, serta pilihan pribadi turut membentuk kepribadian seseorang. (*)

 

Tags

Terkini