Blitar, Paliwara.com – Harga kacang kedelai lokal di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur menunjukkan perbedaan cukup mencolok pada Jumat (16/10/2026). Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata-rata kedelai lokal tercatat sebesar Rp13.214 per kilogram.
Data yang diperbarui pada Jumat pukul 10.17 WIB tersebut dihimpun dari 26 kabupaten/kota dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Kabupaten Nganjuk tercatat sebagai daerah dengan harga rata-rata kedelai lokal tertinggi, yakni mencapai Rp18.000 per kilogram. Sementara itu, harga terendah berada di Kota Batu dengan harga Rp9.000 per kilogram.
Selain Nganjuk, sejumlah daerah juga mencatat harga kedelai lokal relatif tinggi. Kabupaten Pacitan berada di urutan berikutnya dengan harga Rp17.250 per kilogram, disusul Kabupaten Mojokerto sebesar Rp17.100 per kilogram.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Lorejo Sambangi Petani Jagung
Kota Kediri juga mencatat harga cukup tinggi, yakni Rp17.000 per kilogram. Selanjutnya, Kabupaten Probolinggo sebesar Rp16.000 per kilogram dan Kabupaten Magetan Rp15.500 per kilogram.
Sementara itu, harga kedelai lokal di Kota Surabaya tercatat Rp15.000 per kilogram. Kabupaten Malang berada di angka Rp14.400 per kilogram, disusul Kabupaten Ponorogo Rp14.000 per kilogram dan Kota Malang Rp13.750 per kilogram.
Di wilayah lainnya, Kabupaten Bojonegoro mencatat harga Rp13.500 per kilogram, Kabupaten Kediri Rp13.000 per kilogram, serta Kabupaten Banyuwangi Rp12.833 per kilogram. Adapun Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Madiun masing-masing mencatat harga Rp12.750 per kilogram.
Harga di beberapa daerah lainnya berada di bawah rata-rata provinsi. Kabupaten Ngawi tercatat Rp12.666 per kilogram, Kota Madiun Rp11.666 per kilogram, Kabupaten Gresik Rp11.500 per kilogram, serta Kabupaten Situbondo Rp11.000 per kilogram.
Sementara itu, Kabupaten Lamongan mencatat harga Rp10.666 per kilogram. Kota Pasuruan dan Kota Mojokerto masing-masing sebesar Rp10.500 per kilogram, sama dengan Kabupaten Tulungagung yang juga berada di angka Rp10.500 per kilogram.
Kabupaten Lumajang mencatat harga Rp10.000 per kilogram, sebelum Kota Batu menjadi daerah dengan harga kedelai lokal terendah di Jawa Timur, yakni Rp9.000 per kilogram.
Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa harga kedelai lokal di Jawa Timur bervariasi antardaerah. Dengan selisih Rp9.000 per kilogram antara Kabupaten Nganjuk dan Kota Batu, masyarakat maupun pelaku usaha dapat menjadikan data Siskaperbapo sebagai salah satu acuan untuk memantau perkembangan harga bahan pokok.
Perlu diperhatikan, data tersebut baru mencakup 26 dari total 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sehingga belum menggambarkan harga di seluruh wilayah provinsi. (*)
Artikel Terkait
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Bhabinkamtibmas Lorejo Sambangi Petani Jagung