Paliwara.com – Weton Kamis Pahing dalam tradisi Primbon Jawa dipercaya memiliki watak dan karakter yang dapat mendukung seseorang dalam menjalani berbagai jenis pekerjaan. Berdasarkan perhitungan tersebut, orang yang lahir pada weton Kamis Pahing dinilai mampu beradaptasi dengan beragam kondisi dan lingkungan kerja.
Sikapnya yang luwes menjadi salah satu kelebihan yang diyakini dapat membantu dalam menghadapi berbagai tantangan. Kendati demikian, menurut Primbon Jawa, pemilik weton Kamis Pahing lebih cocok menekuni pekerjaan yang mengandalkan kemampuan berpikir, pengetahuan, dan kreativitas daripada mengandalkan kekuatan fisik.
Beberapa pekerjaan yang dianggap sesuai di antaranya guru, dokter, peneliti, seniman, dan profesi lain yang membutuhkan kecerdasan serta keterampilan khusus.
Sementara itu, dalam bidang usaha, orang yang memiliki weton Kamis Pahing dianjurkan memilih usaha yang berkaitan dengan kayu atau tumbuh-tumbuhan. Meski demikian, kecocokan pekerjaan dan keberhasilan usaha tetap dipengaruhi oleh kemampuan, pengalaman, kerja keras, serta peluang yang tersedia.
Arah Mencari Rezeki Menurut Primbon Jawa
Selain membahas karakter dan pekerjaan, Primbon Jawa juga mengenal perhitungan arah berdasarkan hari dan pasaran kelahiran. Perhitungan tersebut dipercaya sebagian masyarakat sebagai pedoman untuk menentukan arah ketika mencari pekerjaan maupun mengupayakan rezeki.
Dalam kepercayaan tersebut, setiap kombinasi hari dan pasaran memiliki petunjuk arah yang dikaitkan dengan sandang, pangan, sakit, dan mati. Istilah sandang dan pangan berkaitan dengan kebutuhan hidup, sedangkan istilah lainnya merupakan bagian dari simbolisme dalam perhitungan tradisional.
Berikut daftar arah menurut bahan perhitungan Primbon Jawa yang digunakan dalam tradisi tersebut:
Jumat Kliwon: Sandang di barat, pangan di selatan.
Sabtu Legi: Sandang di selatan, pangan dan sakit di barat, mati di timur.
Minggu Legi: Sandang di timur, pangan di barat, sakit di selatan dan timur, mati di utara.
Senin Pon: Sandang di utara, pangan di selatan, sakit di timur, mati di barat.
Selasa Wage: Sandang di selatan, pangan di utara, sakit di timur, mati di barat.